Laban- Mulai Januari 2018, program Subsidi Beras  untuk rakyat miskin  yang dulunya bernasma raskin kini berubah menjadi program Bantuan Sosial Rastra (Bansos beras untuk keluarga sejahtera) yang disalurkan langsung dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang beruba E-voucher .

Subsidi Rastra  mulai tahun ini tidak ada kewajiban membayar dengan  jumlah terima  turun dari yang semuala 15 kg kini hanya 10 kg. Desa laban sendiri kini melalui koordinasi langsung oleh kepala seksi bidang layanan  desa,   telah menerima sosialisasi awal dari dinas social sukoharjo sekaligus penyerahan data penerima yang mengacu pada data BPS tahun 2011 untuk keluarga menuju sejahtera.

Dalam hal  data  penerima Kepala desa laban sugino  selalu menekankan dan mengingatkan  ketepatan sasaran dan kevalidan data  dengan menggandeng Ketua RT diwilayahnya.

“saya ingin peyaluran benar benar tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan, karena itu kami mengundang  bapak bapak tokoh dan ketua rt/rw untuk bisa mengawal dan melakukan verifikasi data” singgungnya  dalam sambutan koordiansi penyaluran rastra yang saat itu bersamaan dengan bantuan hibah kajang ke masing masing RT di wilayah LABAN

Kasi Layanan iwan budianto menjelaskan “ setelah  memperoleh data dan kepastian dari dinsos begitu juga sesuai arahan bp.kades kami langsung mengumpukan ketua rt sedesa laban untuk melakukan verifikasi  data bersama, untuk sementara data yang warga yang belum masuk kedaftar penerima kami ajukan ke dinsos untuk bisa diverikasi ulang tapi memang butuh waktu sesuai regulasi yang berlaku“

“Untuk metode penyaluran nya sendiri kami harapkan warga bisa mengambil sendiri ke balai desa, dimana pemberitahuan kami sampaikan melalui rt setempat”

Bansos rastra Hingga maret ini sudah 3 tahap penyaluran  rastra yang telah di distribusikan ke warga penerima, dan tampaknya antusias warga sangat responsif dengan metode penyaluran ini hal ini terlihat dari tidak adanya keluhan layanan dari warga penerima . ( rto)