Visi dan Misi

VISI DAN MISI DESA TAHUN 2013-2018

  1. LANDASAN FILOSOFIS PEMBANGUNAN

Pembangunan pada dasarnya dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi atau keadaan yang lebih baik dari pada kondisi atau keadaan sebelumnya. Pelaksanaan pembangunan menjadi kewajiban bagi pemerintah, baik dari pusat, daerah hingga ke level desa dan harus terintegrasi antar tingkatan pemerintahan. Bahwa desa adalah tingkatan pemerintahan terendah dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka pembangunan pedesaan harus menjadi fokus dari pembangunan nasional.

     Permendagri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan Pembangunan Desa memberikan pedoman perencanaan yang terintegrasi dan tersinergi antar ruang, waktu dan fungsi pemerintahan desa. Pemerintah Desa Laban dalam rangka melakukan perencanaan pembangunan telah berusaha untuk mengikuti regulasi yang berlaku sehingga tercipta perencanaan pembangunan yang baik. Perencanaan yang baik akan memberikan arah dan pedoman bagi pelaksanaan dan evaluasi pembangunan. Pada sisi lain juga berkembang penganggaran berbasis kinerja, oleh karena itu aspek perencanaan harus menyatu dengan penganggaran untuk mendapatkan keterpaduan yang berdayaguna dan berhasil guna dari setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan.

  1. VISI PEMBANGUNAN DESA

Visi pembangunan desa adalah suatu gambaran yang menantang, pembangunan desa yang direpresentasikan dalam sejumlah sasaran hasil pembangunan yang dicapai melalui berbagai strategi, kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan desa dengan melihat petensi dan kebutuhan desa. Penetapan visi pembangunan desa, sebagai bagian dari perencanaan strategis pembangunan desa, merupakan suatu langkah penting dalam perjalanan pembangunan suatu desa mencapai kondisi yang yang diharapkan.

Visi Pembangunan Desa Laban Tahun 2013-2018 disusun berdasarkan pendekatan partisipatif,melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di Desa Laban Seperti Pemerintah Desa, BPD, LPMD, tokoh masyarakat, tokoh agama, danmasyarakat desa pada umumnya. Serta pertimbangan kondisi eksternal di desa seperti satuan kerja wilayah pembangunan di kecamatan.Visi pembangunan desa Tahun 2013-2018 ini disusun dengan memperhatikan/mengacu visi pembangunan daerah yang termuatdalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sukoharjo. Maka berdasarkan pertimbangan diatas Visi Desa Laban Tahun 2013-2018 adalah

 “MEWUJUDKAN MASYARAKAT YANG BERBUDI PEKERTI LUHUR, SEJAHTERA DAN BERDAYA SAING BERBASIS PERTANIAN DAN INDUSTRI RUMAH TANGGA”

  

  1. MISI

Untuk mewujudkan visi Desa Laban 2013-2018 tersebut, maka dijabarkan dalam misi pokok yang menjadi pedoman bagi pembangunan Desa Laban :

  • Berbudi Pekerti Luhur
  • Mewujudkan Masyarakat yang beriman, bertagwa, serta memiliki estetika dan etika.
  • Menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama.
  • Menjaga ketentraman, kenyamanan dan ketenangan masyarakat.
  • Memupuk rasa gotong royong dan tenggang rasa.
  • Mewujudkan tata kelola pemerintah, lembaga-lembaga tingkat desa yang transparan dan akuntabel.
  • Sejahtera
  • Memberdayakan dan mengembangkan potensi perekonomian masyarakat desa yang tangguh.
  • Mengelola potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam.
  • Mewujudkan pemenuhan kebutuhan sarana prasarana perdesaan yang memadai.
  • Mewujudkan Tata Ruang dan Lingkungan Desa yang selaras dan berkelanjutan.
  • Mewujudkan pemenuhan kebutuhan perumahan yang sehat dan ketertiban bangunan di desa.
  • Meningkatkan kualitas dan perluasan akses pelayanan masyarakat.
  • Berdaya Saing
  • Memantapkan eksistansi dan meningkatkan peran serta kelembagaan dan masyarakat dalam pembangunan.
  • Berbasis Pertanian
  • Mengembangkan pertanian menuju arah pertanian organik.
  • Pengembangan konsep pertanian yang berorientasi pada peningkatan produksi sesuai dengan potensi lahan dan adaptasi teknologi pertanian.
  • Penyediaan lahan percontohan untuk adaptasi teknologi pertanian.
  • Normalisasi dan perbaikan sistem irigasi teknis yang sudah ada.
  • Normalisasi dan peningkatan kwalitas dan kwantitas hasil pertanian.
  • Berbasis Industri Rumah Tangga.
  • Membangun dan menciptakan trade mark (ciri khas) produk rumah tangga yang dapat diunggulkan.
  • Pengembangan jenis usaha.
  • Kreatif untuk mencari terobosan jaringan pemasaran.
  • Pelatihan kewirausahaan.

Link Tekait