Limbah Gamelan Disulap Jadi Arang Briket Ramah Lingkungan

Siapa sangka limbah pembuatan gamelan yang selama ini dianggap tak bernilai kini bisa menjadi sumber energi alternatif? Di tangan  Ibu Ibu  Dasa Wisma bekerjsama dengan para pengrajin kreatif di Desa laban, limbah serbuk kayu sisa pembuatan gamelan berhasil diolah menjadi arang briket yang ramah lingkungan.

Dusun jatiteken Desa laban, yang dikenal sebagai sentra gamelan di Jawa Tengah, setiap hari memproduksi berbagai instrumen gamelan. Dari proses pembuatan gamelan ini berton-ton serbuk kayu terbuang begitu saja, sebagian dibakar, bahkan ada yang mencemari lingkungan. Namun, kini kondisi tersebut mulai berubah.

“Kami mencari cara agar limbah ini tidak menumpuk. Ternyata, serbuk kayu bisa dijadikan bahan briket arang,” ujar hermawan , Kepala dusun Wilayah Jatiteken dan  penggagas inovasi ini, saat ditemui di kediamannya, Selasa (26/8).

Proses pembuatannya pun relatif sederhana. Serbuk kayu dikeringkan, kemudian dibakar dalam drum tertutup untuk menghasilkan arang. Setelah itu, arang dihaluskan dan dicampur dengan perekat alami seperti tepung tapioka, lalu dicetak menjadi briket padat. “Keringkan lagi beberapa hari, briket siap dipakai. Hasilnya tahan lama dan asapnya lebih sedikit dibanding kayu bakar biasa,” jelas hermawan.

"Selain ramah lingkungan, inovasi ini juga bernilai ekonomis. Briket hasil olahan limbah gamelan dalam rencana bisa  dijual seharga Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram. ” tambahnya.

Penggunaan briket dari limbah gamelan ini tidak hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga membuka peluang usaha baru. Menurut pantauan harian  industri gamelan di laban bisa menghasilkan hingga satu ton limbah per bulan. Jika diolah maksimal, potensi ekonomi yang tercipta bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan.Pemerintah desa pun mendukung upaya ini melalui Dasa Wisma inovasi ini sejalan dengan program PKK dan  ekonomi kreatif berbasis lingkungan. “Kami berharap ini bisa menginspirasi desa lain agar limbah tidak sekadar dibuang, tapi diolah menjadi produk bernilai,” katanya.

Dengan kreativitas dan kepedulian lingkungan, limbah yang dulu tak berguna kini menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Sebuah langkah kecil, namun berdampak besar bagi keberlanjutan ekonomi dan kelestarian alam Laban Mojolaban, Sukoharjo